1. Sungai Kumpeh

Air Sungai Kumpeh memiliki air sungai yang berwarna hitam. Meski hitam dan terlihat pekat, sungai ini sama sekali tidak tercemar. Warna hitam pada sungai tidak berasal dari pencemaran limbah apa-apa. Warnanya jadi hitam pekat karena memiliki kadar tannin yang cukup tinggi. Tannin adalah semacam senyawa yang keluar dari tanah gambut. Material karbon yang telah berusia ribuan atau bahkan jutaan tahun keluar dan bercampur dengan air yang sangat segar. Uniknya lagi, ketika Sungai Kumpeh bertemu di Tanjung Sungai Batang Hari, terlihat batas seolah air sungai Kumpeh dan Sungai Batang Hari tidak menyatu. Walau terlihat hitam, di balik Sungai Kumpeh terdapat ikan-ikan endemik air tawar yang menjadi sumber ekonomi para nelayan di Kecamatan Kumpeh.

 

duku-kumpeh

 

2. Duku Kumpeh

Duku Kumpeh memiliki rasa manis, legit, daging buah bening, tekstur daging kenyal, tidak berserat dan hampir tidak berbiji. Rasa manis duku Kumpeh dapat bersaing dengan duku Palembang, Matesih dan Condet yang lebih dulu dikenal dan komersil. Pada tahun 2000 duku asal Kumpeh ini telah dilepas sebagai varietas unggul Nasional dengan nama Varietas Kumpeh. Pada saat musim duku tiba, Duku Kumpeh dipasarkan hingga ke luar daerah. Tanaman duku yang berproduksi sekarang pada umumnya berada di sekitar pekarangan rumah dan kebun penduduk serta dari tahun ke tahun terjadi penurunan luas panen disebabkan oleh penebangan tanaman duku untuk pemukiman dan terserang penyakit yang masih belum ditemukan obatnya. Umur tanaman duku Kumpeh rata-rata lebih dari 50 tahun dan bahkan ada yang berumur lebih dari 100 tahun yang merupakan warisan dari orangtua atau nenek moyang penduduk. Kondisi tersebut tidak saja menyebabkan terjadinya penurunan produksi, tetapi populasi tanaman duku akan terancam langka bila tidak dilakukan peremajaan, perluasan areal tanam dan solusi penyakit tanaman yang sedang menyerang tidak segera ditemukan.

 

duren-kumpeh

3. Durian (Duren) Kumpeh

Jenis Duren Kumpeh di Jambi terkenal sebagai yang terenak dibanding jenis lainnya. Dagingnya tebal, aroma tajam dan rasa luar biasa nikmatnya. Rasa spesial tumbuhan ini menarik minat wisatawan lokal penikmat durian. Apabila musim Duren tiba, jalan sepanjang sentra tumbuh duren kumpeh ditemui banyak penjual duren dan juga pembeli yang ingin menikmati durian langsung dari pohonnya. Sebagaimana diketahui duren Kumpeh banyak yang gagal berbuah karena kabut asap yang berkepanjangan akibat kebakaran hutan. Tahun ini warga Jambi dapat kembali menikmati pesatnya duren kumpeh karena hujan turun sepanjang tahun.

candi-sogo

4. Candi Sogo

Candi Sogo terletak di Desa Sogo Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. Candi yang ditemukan sekitar tahun 2013 lalu ditemukan oleh warga yang sedang melakukan penggalian tanah untuk menimbun jalan. Di antara tanah yang digali ditemukan batu bata dan dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Temuan situs yang diduga bangunan candi, sudah digali dan ditemukan bentuk selasar dan tangga dengan jarak antara selasar ke tangga sekitar 5 meteran. Jika dilihat dari bentuk bata dan susunannya, diperkirakan serupa dengan Candi Muaro Jambi.

Di lokasi juga ditemukan keramik yang diperkirakan berasal dari abad 10-12 Masehi, atau zaman Sung. Di Provinsi Jambi banyak terdapat peninggalan zaman sejarah, berupa candi, terutama di sepanjang aliran Sungai Batanghari. terkait pemugaran terlebih dahulu harus dikoordinasikan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

 

kerambahhh

5. Kerambah Apung

Budidaya ikan menggunakan keramba apung telah lama dikenal oleh nelayan. Khususnya mereka yang tinggal di Desa pinggiran Sungai Batang Hari. Ikan dalam keramba bisa tumbuh besar memanfaatkan aliran sungai tanpa dipusingkan oleh ketersediaan lahan kolam.

Masyarakat memanfaatkan aliran Sungai Batang Hari untuk budidaya ikan dengan karamba. Ikan Toman dan Gabus (snakehead) menjadi pilihan warga untuk dibudidaya mengingat kebutuhan pasar yang tinggi.

sawah

6. Persawahan

Budidaya Padi Sawah merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat kumpeh secara turun temurun, mengingat luasnya lahan pertanian yang ada di kecamatan Kumpeh, dilihat dari potensi dibidang pertanian kumpeh merupakan salah satu penyumbang komoditi pertanian dimana sebahagian besar masyarakat kumpeh sejak dahulu sampai dengan sekaran masih tetap melakukan bercocok tanam padi sawah. Kegiatan ini boleh dikatakan kegiatan rutin setiap tahun oleh seluruh masyarakat Kecamatan Kumpeh. 

 

candi-tanjung

7. Situs Candi Tanjung

Disamping Komuditi Perikanan, Pertanian dan perkebunan Kecamatan Kumpeh yang merupakan daerah aliran sungai Batang Hari dimana alirang sungai merupakan jalur transportasi jaman dahulu ini semua tidak tertutup kemungkinan daerah Kecamatan Kumpeh pada zaman dahulu merupakan daerah yang ramai dibuktikan ditemukannya beberapa situs percandian salah satunya  Candi Sogo yang terletak di Desa Sogo, kawasan Situs percandian Tanjung yang berlokasi di Seberang Olak Badar kelurahan tanjung, Situs Gedung Terbakar di Desa Gedong Karya yang dulunya bernama Desa Gedung Terbakar.