muara-kumpeh-dulu-adalah-berada-di-suak-kandis-kelurahan-tanjung-sekarang

"Muara Kumpeh" (Dulu) adalah berada di Suak Kandis Kelurahan Tanjung (sekarang)

 28 Jun 2022 |  Administrator

Sumber : Univ Leiden

Tahun 1616, pada masa pemerintahan Sultan Abdul Kahar, VOC mendapat izin membuka kantor dagang atau loji di Muara Kumpeh. 

Pada tahun 1636, loji di Muara Kumpeh itu ditinggalkan karena rakyat tidak mau menjual hasil panennya pada VOC. Sejak saat itulah, hubungan kerajaan Jambi dan VOC semakin renggang dari hari ke hari. Beberapa tahun kemudian, terjadi penyerangan ke kantor dagang VOC oleh rakyat Jambi dan menyebabkan Sybrandt Swart, Kepala dagang VOC tewas. 

Pada 25 September 1858 Belanda melancarkan serangan. Pertempuran berkobar di Muara Kumpeh. Pasukan Jambi berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Belanda, akibatnya pasukan belanda menyerang Kota Jambi dengan mengerahkan pasukan perang dari Muara Kumpeh. Sultan Thaha tidak mampu mempertahankan Istana Kesultanan, Sultan Thaha menyingkir ke Muara Tembesi dan membangun pertahanan di tempat ini......"

Ini adalah beberapa paragraf literasi sejarah jambi yang saya copas dari beberapa tulisan literasi sejarah termasuk dari buku-buku sejarah kota jambi dan provinsi jambi tentang jejak sejarah jambi di "Muara Kumpeh"

Titik berat yang ingin saya jelaskan adalah dimana lokasi "Muara Kumpeh" itu? Apakah Muara Kumpeh yang dimaksud adalah berlokasi di desa Muara kumpeh (Kecamatan Kumpeh Ulu) sekarang?

Jawabannya adalah tidak, Muara Kumpeh dimaksud adalah Muara kumpeh hilir atau pada zaman itu orang mengenal Muara Kumpeh yang berada di hilir atau kumpeh besar. Sekarang lokasi sisa bagunan loji belanda tersebut berada di wilayah daerah plancu, lingkungan suak kandis Kelurahan tanjung Kecamatan kumpeh. Sisa-sisa puing-puing bangunan masih terlihat ditambah dengan pertanyaan terkait sejarah peradaban masa lalu yang masih menjadi misteri.

Ini harus diluruskan mengingat sekarang penamaan Muara Kumpeh hanya ada di Desa Muara kumpeh yang berada di perbatasan kabupaten muaro jambi dengan kota jambi yang bukan merupakan lokasi "sejarah jambi" dimaksud diatas. Selanjutnya agar masyarakat jambi dan khususnya masyarakat kumpeh tahu sejarah besar yang ada di kumpeh dan sudah semestinya masyarakat kumpeh pula yang membesarkannya. Serta, agar Pemerintah juga teliti dan detail menjelaskan lokasi "Muara Kumpeh" agar generasi sekarang tidak salah paham menerjemahkan lokasi "Muara Kumpeh" yang bersejarah.

Pertanyaan selanjutnya, sejak kapan nama "Muara Kumpeh" atau Muara Kumpeh Hilir atau kumpeh besar ini tidak digunakan lagi?  Mengapa?

tulisan ini diposting oleh Dicky Ferdiansyah. S,. S.STP selaku Camat Kumpeh di halaman Facebook beliau tanggal 30 Januari 2022.


DICKY FERDIANSYAH S, S.STP
Camat Kumpeh

Sinergi Program

SIKEMA

Kirim Keluhan

Lacak Keluhan Anda!

KELUHAN TERJAWAB

Media Sosial

PENGUNJUNG